Jumat, 26 Januari 2018

Perjalanan hidup anak desa



Aku lahir di desa sekitar candi prambanan 26 tahun yang lalu.
Disekitar candi prambanan banyak sekali peninggalan bekas tempat-tempat pertapaan/meditasi para raja atau tempat keramat yang terkenal ke angkerannya.
Sejak kecil aku sudah mengenal berbagai ilmu dan laku spiritual, mungkin pengaruhnya dari kakek dan buyutku yang gemar menguasai dan menggali ilmu spiritual jawa.
Banyak sekali jenis dan cara-cara menempuh ilmu spiritual yang telah aku jalani sejak kecil, mulai dari berbagai puasa, dan menyepi di tempat-tempat yg sunyi selama berhari-hari seperti di gunung, goa,makam keramat, di aliran pertemuan sungai, dan di pantai, semua itu demi memburu kepuasan batin.
Dulu waktu aku masih sekolah dasar sampai aku kuliah aku tidak pernah memikirkan hal lain tentang hidup ini, yg ada setiap hari aku selalu ritual dan ritual karena mungkin sudah menjadi hobi.
Pada saat aku SMA aku tidak sengaja sering berkenalan dengan tokoh-tokoh paranormal di jawa, mereka banyak di datangi oleh orang-orang dengan berbagai kepentingan. Dan mungkin itulah yg menjadi pekerjaan mereka untuk hidup.
Mulai dari itu aku sering melakukan riset tentang berbagai ritual pesugihan, kadigdayaan, sihir,pemikat, dan pengobatan.
Banyak dari tokoh-tokoh itu mengatasnamakan agama, sedekah dan lain-lain padahal itu sebenarnya untuk mencari makan yang sama saja memperdagangkan tuhan.
sejak aku smp aku sering di ajarkan ilmu spiritual oleh kakekku lebih tepatnya di lereng gunung Merapi yang saat ini beliau sudah meninggal dunia di umur 110 tahun,
anehnya spiritual yg di ajarkan kakekku bukan tentang ilmu kebal atau ilmu kehebatan lainnya ia hanya mengajarkan ilmu kesetiaan dan ilmu kasih sayang dan di beri nama ilmu jati diri dan itu bukan dibayar dengan uang melainkan dengan puasa dan berendam berhari-hari disungai.
Mungkin karena efek ilmu tersebut sejak aku smp pula aku sudah sering didatangi orang dan di mintai tolong, sejak itulah aku mulai mengenal berbagai problem kehidupan orang-orang. Kata kakekku dulu berpesan “ kowe nek diparani uwong ojo njaluk bayar lan ojo njaluk syarat sek regane larang sesuk rejekimu bakal teko seko liyo” artinya kamu kalau di mintai tolong orang lain tidak boleh minta bayaran dan tidak boleh meminta alat-alat spiritual yang berharga mahal besuk rejekimu datangnya dari pekerjaan lain selain itu. Kata-kata itu masih berkesan dihatiku dan masih teringat jelas.
Setiap ada orang yang datang aku selalu meminta membawa kembang liman/ bunga 5 macam [bunga kantil merah dan putih, Kenanga, melati,mawar merah] karena dianggap mempunyai nilai yg murah karena dinilai mampu di beli oleh semua kalangan baik kaya maupun miskin sekalipun,
bukankah orang yg meminta tolong biasanya orang yg sedang kesusahan kenapa malah keluar uang banyak.
Setelah aku lulus sma, aku menempuh ke perguruan tinggi di bidang studi seni rupa dan saat itu aku mulai menekuni dunia seni rupa.
Sejak selesai kuliah aku mulai berpikir untuk meninggalkan dunia keparanormalan, karena ingin memfokuskan diri di bidang kesenian sebagai pekerjaan atau mata pencaharian.
Bukannya berhenti di tahun 2013 malah semakin banyak orang-orang yg datang, bingung bercampur sedih karena setiap hari waktu terbuang untuk ngobrol dan harus di hadapkan masalah-masalah yang baru oleh karena itu pekerjaan utama berkesenian selalu  keteteran. Tapi keuntungannya banyak mempunyai saudara.
Di ilmu jati diri hanya orang tertentu yang benar-benar dipercaya untuk di salurkan energinya, ada 9 tahapan untuk memperoleh ilmu tersebut, jika berbakat biasanya tahap pertama langsung bertemu dengan sosok makluk halus yg mirip dengan diri kita dan dia selalu membantu kita dan menyayangi seperti kita menyayangi diri kita karena sebenarnya dia adalah cerminan dari diri kita, di jawa biasa di sebut dengan kakang kawah adi ari-ari.
Pada tahun 2015 aku bermeditasi di pertemuan aliran sungai opak, tepatnya di barat candi prambanan, aku ingin agar aku bisa konsen dalam pekerjaan dan mengurangi dunia keparanormalan, saat tepat hari ke 7 aku berendam sekitar jam 03.00 ada suara tanpa ada wujudnya “ nek kowe pengen leren sesuk nek kasetyanmu wes di sirnaake marang wong liyo” artinya besuk kamu berhenti saat kesetiaanmu telah di sirnakan oleh orang lain.
Tahun 2016 sekitar September aku dikenalkan oleh teman lama,warga jakarta wanita ber etnis tionghoa, kami mulai dekat dan ngobrol2 dan akhirnya kami bertemu dia mengajak kakaknya, waktu itu kebetulan di rumah masih ada 3 orang yg ber meditasi kebetulan mereka juga ber etnis tionghoa,
Kami ngobrol santai dan biasa setiap yg datang membawa kembang liman begitu juga dengan mereka, dengan tanpa pikir Panjang aku langsung memberikan air jati diri kepada mereka padahal aku kenal belum lama mungkin karena aku sudah percaya, yg kenal sudah lama saja belum tentu aku kasih minum air itu, dan tanpa sengaja mereka telah membuka ilmu jati diri tahap pertama tanpa mereka sadari.
Setelah mereka kembali ke Jakarta aku baru sadar telah melakukan kesalahan, dan itu sudah terlanjur
Akupun berfikir untuk selalu menguji kesabaran dan kesetiaan mereka karena itu adalah kunci dari keberhasilan ilmu jati diri, waktu demi waktu setiap hari aku usik hidup mereka agar mereka gagal dan lepaslah ilmu itu,
Di tahun 2017 setelah terus-terusan aku usik hidupnya, akhirnya mereka kalah juga. Tapi setelah kejadian itu aku malah mempunyai musuh baru, padahal tujuanku bukan itu. Semoga mereka tahu kalo aku tidak benar-benar memusuhi mereka dan ada tujuan lain di balik semua itu. Setelah kejadian ini aku tidak akan lagi membuka ilmu jati diri karena terlalu berbahaya, biarlah menjadi misteri.
Tahun 2018 mereka akan mengalami guncangan kehidupan baik ekonomi atau hal lain karena lepasnya ilmu jati diri, biasanya saat lepas akan merasakan kebingungan, tapi tidak akan berlangsung lama setelah itu akan seperti biasa. Mungkin mereka berdua adalah jawaban dari doaku untuk mengurangi ilmu keparanormalan dan fokus di kesenian,
Jika mereka berdua membaca tulisan ini semoga mereka bisa memaafkan aku, dan menghilangkan rasa dendam kepadaku, dulu aku pernah menjajikan memberikan pusaka padanya dan sampai saat ini masih aku simpan kapanpun dia mau meminta dan menggunakannya akan aku berikan karena aku sudah janji,
Pusaka ini peninggalan kerajaan mataram kuno abad ke 8, berbentuk keris/senjata tradisional jawa, semoga saja jika besuk suatu hari di minta tidak dijual ke kolektor.